SOP PENANGANAN KALKULUS

 

 

PENANGANAN KALKULUS

 

SPO

No. Dokumen  :

No. Revisi        :

Tanggal Terbit :4 April 2016

Halaman          :1/2

Puskesmas Kedungbanteng

 

1. Pengertian

Pembersihan kalkulus atau karang gigi (scalling) adalah suatu proses dimana plak dan kalkulus dibuang dari permukaan supragingiva dan subgingiva gigi.

2. Tujuan

1. Sebagai acuan bagi seluruh tenaga medis dan paramedis dalam melaksanakan ketentuan tentang persetujuan tindakan medis.

2. Meningkatnya akuntabilitas Puskesmas terhadap pasien dan masyarakat

3.  Agar pasien dan keluarga mendapatkan informasi tentang hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum tindakan medis.

3. Kebijakan

 

4. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor hk.02.02/menkes/62/2015 tentang panduan praktik klinis bagi dokter gigi

5. Prosedur

1. Pasien dipersilahkan masuk dan duduk dikursi depan meja dokter.

2. Dilakukan anamnesa dan dicatat di kartu status.

3.Persiapan alat-alat.

4.Pasien dipersilahkan duduk di dental chair.

5. Posisi mulut pasien setinggi siku operator.

6. Sandaran kursi dalam posisi 45°

7. Pasien diinstruksikan kumur terlebih dahulu.

8. Operator memakai sarung tangan dan maskes, lampu dinyalakan lalu pasiendiinstruksikan untuk buka mulut.

9. Pemberitahuan kepada pasien tentang keadaan rongga mulutnya.

10. Ulasi daerah kerja dengan antiseptik

11. Persiapkan ultrasonic scaller, pastikan air mengalir dengan lancar dan mata scaller dalam kondisi steril.

12. Persiapkan saliva ejector.
13. Letakkan saliva ejector tip pada dasar mulut pasien.

14. Bersihkan karang gigi, baik supra maupun sub gingival kalkulus dengan menggunakan ultrasonic scaller dengan tanpa tekanan pada gigi.

15. Pasien diinstruksikan kumur dipulas dengan brush, pumise + pasta, diolesi povidoneyodine

16. Ulasi daerah kerja dengan antiseptik.

17. instruksi px, berikan ‘dental health education’ pada pasien.
18. kursi diturunkan

19. Pemberian resep apabila diperlukan.

20.Mencatat hasil tindakan pada kartu status penderita

21. Menyelesaikan administrasi

6. Diagram Alur (bila perlu)

 

7. Unit Terkait

Puskesmas, Puskesmas Pembantu,  Poskesdes/ PKD, Posyandu

8. Rekaman Historis Perubahan

No

Yang diubah

Isi Perubahan

Tanggal mulai diberlakukan