|
71 Dinkes Kab Defgh |
VAGINOSIS
BAKTERIALIS |
Puskesmas Abcde |
|||
|
SOP |
Nomor |
: |
|||
|
Terbit ke |
: 01 |
||||
|
No.Revisi |
: 00 |
||||
|
Tgl.Diberlakukan |
: 2-01-2018 |
||||
|
Halaman |
: 1 / 2 |
||||
|
Ditetapkan
Kepala Puskesmas Abcde |
|
Kapus NIP. nipkapus |
|||
|
A. Pengertian |
Vaginosis
bakterialis adalah peradangan pada vagina
yang disebabkan oleh bakteri Gardnerella Vaginalis yaitu bakteri anaerob yang
bertanggungjawab atas terjadinya infeksi vagina yang non-spesifik, insidennya
terjadi sekitar 23,6%). |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
B. Tujuan |
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien
dengan vaginosis bakterialis |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
C. Kebijakan |
SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan
Klinis UPTD Puskesmas Abcde |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
D. Referensi |
Keputusan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan
Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
E. Prosedur |
Hasil
Anamnesis(Subjective) Keluhan Bau adalah
keluhan yang paling sering dijumpai. Gejala klinis
: 1. Bau
2. Gatal
(pruritus) 3. Keputihan
4. Dispareunia
5. Disuria
Faktor Risiko 1. Pemakai
AKDR 2. Penggunaan
handuk bersamaan 3. Imunosupresi
4. Diabetes
melitus 5. Perubahan
hormonal (misal : kehamilan) 6. Penggunaan
terapi antibiotik spektrum luas 7. Obesitas.
Hasil
Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective) Pemeriksaan
Fisik Pada
pemeriksaan fisik dapat ditemukan adanya iritasi,eritema atau edema pada
vulva dan vagina. Mungkin serviks juga dapat tampak eritematous. Pemeriksaan
Penunjang 1. Pemeriksaan
mikroskopik cairan atau sekret vagina. 2. Pemeriksaan
pH cairan vagina. 3. Pemeriksaan uji whiff: Jika positif berarti mengeluarkan
mengeluarkan bau seperti anyir (amis) pada waktu ditambahkan larutan KOH. Penegakan Diagnostik(Assessment) Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan
penunjang. Tabel. Kriteria Diagnostik
Diagnosis
Banding Vaginosis
trikomonas, Vulvovaginitis kandida Komplikasi : -
Penatalaksanaan
Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan
1. Menjaga
kebersihan diri terutama daerah vagina 2. Hindari
pemakaian handuk secara bersamaan 3. Hindari pemakaian sabun untuk membersihkan daerah vagina yang dapat
menggeser jumlah flora normal dan dapat merubah kondisi pH daerah kewanitaan
tersebut. 4. Jaga berat badan ideal 5. Farmakologis: Tatalaksana vaginosis bakterialis ·
Metronidazol 500 mg peroral 2 x
sehari selama 7 hari ·
Metronidazol pervagina 2 x sehari
selama 5 hari ·
Krim klindamisin 2% pervagina 1 x
sehari selama 7 hari Konseling dan Edukasi Memberikan
informasi kepada pasien, dan (pasangan seks) suami, mengenai faktor risiko
dan penyebab dari penyakit vaginitis ini sehingga pasien dan suami dapat
menghindari faktor risikonya. Dan jika seorang wanita terkena penyakit ini
maka diinformasikan pula pentingnya pasangan seks (suami) untuk dilakukan
juga pemeriksaan dan terapi guna pengobatan secara keseluruhan antara
suami-istri dan mencegah terjadinya kondisi yang berulang. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
F. Diagram Alir |
Memberikan
tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan menulis hasil
anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic menegakan
diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan melakukan
vital sign dan pemeriksaan fisik Melakukan anamnesis pada pasien menulis
diagnose pasien ke buku register. |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
G. Unit Terkait |
Ruang Pemeriksaan Umum |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
G. Rekaman Historis:
|
No |
Halaman |
Yang dirubah |
Perubahan |
Diberlakukan Tanggal |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|