MOHON MAAF APABILA SUSUNANYA ADA YANG BERANTAKAN , KARENA HASIL COPY PASTE DARI FILE WORD/EXEL KE POSTINGAN BLOG

Tuesday, March 10, 2026

SOP VAGINOSIS BAKTERIALIS

 

71

 

 

 

 

 

Dinkes Kab Defgh

VAGINOSIS BAKTERIALIS

 

 

 

 

 

 

Puskesmas Abcde

 

SOP

Nomor

:

Terbit ke

: 01

No.Revisi

: 00

Tgl.Diberlakukan

: 2-01-2018

Halaman

: 1 / 2

Ditetapkan Kepala  Puskesmas Abcde

 

 

Kapus

NIP. nipkapus

 

A. Pengertian

Vaginosis bakterialis adalah peradangan pada vagina yang disebabkan oleh bakteri Gardnerella Vaginalis yaitu bakteri anaerob yang bertanggungjawab atas terjadinya infeksi vagina yang non-spesifik, insidennya terjadi sekitar 23,6%).

B. Tujuan

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan pasien dengan vaginosis bakterialis

C. Kebijakan

SK Kepala UPTD Puskesmas Abcde Nomor ... tentang Kebijakan Pelayanan Klinis UPTD Puskesmas Abcde

D. Referensi

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/Menkes/514/2015 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama

E. Prosedur

Hasil Anamnesis(Subjective)

Keluhan

Bau adalah keluhan yang paling sering dijumpai.

Gejala klinis :

1.    Bau

2.    Gatal (pruritus)

3.    Keputihan

4.    Dispareunia

5.    Disuria

 

Faktor Risiko

1.    Pemakai AKDR

2.    Penggunaan handuk bersamaan

3.    Imunosupresi

4.    Diabetes melitus

5.    Perubahan hormonal (misal : kehamilan)

6.    Penggunaan terapi antibiotik spektrum luas

7.    Obesitas.

 

Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)

Pemeriksaan Fisik

Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan adanya iritasi,eritema atau edema pada vulva dan vagina. Mungkin serviks juga dapat tampak eritematous.

 

Pemeriksaan Penunjang

1.    Pemeriksaan mikroskopik cairan atau sekret vagina.

2.    Pemeriksaan pH cairan vagina.

3.    Pemeriksaan uji whiff: Jika positif berarti mengeluarkan mengeluarkan bau seperti anyir (amis) pada waktu ditambahkan larutan KOH.

 

Penegakan Diagnostik(Assessment)

Diagnosis Klinis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan penunjang.

 

Tabel. Kriteria Diagnostik

Kriteria diagnostik

Sindroma

Normal

Vaginosis Bakterialis

Vaginosis Trikomoniasis

Vulvovaginitis Kandida

pH Vagina

3,8-4,2

>4,5

>4,5

>4,5 (usually)

Cairan Vagina

Putih, jernih, halus

Tipis, homogen, putih, abu-abu, lengket, sering kali bertambah banyak

Kuning-hijau, berbuih, lengket, tambah banyak

Putih, seperti keju, kadang-kadang tambah banyak

Uji whiff

-

+

±

-

Bau amis (KOH)

Tidak ada

Ada

Mungkin ada

Tidak ada

KU

Tidak ada

Keputihan, bau busuk (mungkin tambah tidak enak setelah senggama), kemungkinan gatal

Keputihan berbuih, bau busuk, pruritus vulva, disuria

Gatal/panas, keputihan

Pemeriksaan mikroskopik

Laktobasili, sel-sel epitel

Clue cell dengan bakteri kokoid yang melekat, tidak ada leukosit

Trikomonas, leukosit > 10 lapangan pandang luas

Kuncup jamur, hifa, pseudohifa (preparat basah dengan KOH)

 

Diagnosis Banding

Vaginosis trikomonas, Vulvovaginitis kandida

 

Komplikasi : -

 

Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)

Penatalaksanaan

1.    Menjaga kebersihan diri terutama daerah vagina

2.    Hindari pemakaian handuk secara bersamaan

3.    Hindari pemakaian sabun untuk membersihkan daerah vagina yang dapat menggeser jumlah flora normal dan dapat merubah kondisi pH daerah kewanitaan tersebut.

4.    Jaga berat badan ideal

5.    Farmakologis:

Tatalaksana vaginosis bakterialis

·        Metronidazol 500 mg peroral 2 x sehari selama 7 hari

·        Metronidazol pervagina 2 x sehari selama 5 hari

·        Krim klindamisin 2% pervagina 1 x sehari selama 7 hari

 

Konseling dan Edukasi

Memberikan informasi kepada pasien, dan (pasangan seks) suami, mengenai faktor risiko dan penyebab dari penyakit vaginitis ini sehingga pasien dan suami dapat menghindari faktor risikonya. Dan jika seorang wanita terkena penyakit ini maka diinformasikan pula pentingnya pasangan seks (suami) untuk dilakukan juga pemeriksaan dan terapi guna pengobatan secara keseluruhan antara suami-istri dan mencegah terjadinya kondisi yang berulang.

F. Diagram Alir

Memberikan tata laksana pada pasien sesuai hasil pemeriksaan

menulis hasil anamnesa, pemeriksaan dan diagnose ke rekam medic

 

menegakan diagnose berdasarkan hasil pemeriksaan

melakukan vital sign dan pemeriksaan fisik

Melakukan anamnesis pada pasien

 

 


menulis diagnose pasien ke buku register.

 

 

 


G. Unit Terkait

Ruang Pemeriksaan Umum

 

G. Rekaman Historis:

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan Tanggal